5 Mitos Dalam Menulis Artikel Blog Yang Masih Dipercayai

Diposting pada

Mitos-Dalam-Menulis-Artikel-Blog

Pastikan aktivitas blogging Anda memiliki tujuan jelas. Tidak salah jika Anda bertujuan untuk mendapakan rupiah, tidak salah juga jika Anda blogging ria hanya untuk sekedar iseng, maupun untuk hobi mengisi waktu luang serta murni hanya karena untuk membagi informasi dan pengalaman.

Salah satu hal yang terpenting dalam blogging tentu saja adalah bagaimana Anda menulis sebuah artikel. Sebuah artikel yang berkualitas tentu adalah artikel yang informatif, penggunaan bahasa yang baik, serta bisa dipercaya meskipun pada akhirnya Anda mengajukan disclaimer bila tulisan Anda kurang tepat. Tetapi akhir-akhir ini ternyata muncul pemikiran mengenai peraturan dalam penulisan blog yang ‘katanya’ harus dipatuhi.

Peraturan macam apa lagi ini? Yang dimaksud adalah sebuah peraturan tidak tertulis soal menulis blog, seperti Anda harus melakukan peraturan A bila ingin blog Anda bagus. Padahal hal tersebut hanyalah mitos belaka yang tidak harus dipatuhi.

Berikut ini adalah 5 mitos dalam menulis blog yang sampai saat ini masih dipercayai:

Jumlah Kata Banyak

Apakah Anda mempercayai soal peraturan jumlah kata yang banyak dalam satu artikel akan membuat konten tersebut bagus? Jumlah kata dalam satu artikel sebenarnya tidak harus banyak. Anda tidak perlu mengikuti anjuran tersebut. Mungkin Anda menganggap semakin banyak kata akan semakin terkesan informatif, terkesan lengkap dan sebagainya.

Kenyataannya jumlah kata terlalu banyak justru akan membuat mata pembaca sakit karena akan terlalu lama memandang komputer. Bukan hanya membuat sakit mata saja, artikel panjang terkesan membosankan dan terkesan bertele-tele. Jadi lebih baik Anda membuat artikel dengan jumlah kata yang ideal. Skill dalam merangkum informasi di uji dalam hal ini. Namun bukan berarti Anda dilarang menggunakan jumlah kata yang banyak. Hanya saja, buatlah artikel sesuai kebutuhan.

Kalimat Baku Adalah Wajib

Mitos kedua adalah mengenai penggunaan kalimat baku yang “katanya” wajib digunakan. Hey, ingatlah, Anda bukan sedang membuat proposal pengajuan dana untuk kegiatan lomba bersih desa. Tetapi Anda sedang membuat blog yang tidak selalu dibaca orang-orang dari instansi resmi. Blog yang mampu memadukan bahasa baku dengan bahasa/kalimat santai secara menarik adalah blog yang bagus.

Tujuannya agar pembaca dapat lebih santai menikmati konten Anda, juga agar lebih menjalin keakraban. Jika menggunakan bahasa baku, seolah-olah Anda adalah guru yang sedang berpidato pada saat upacara bendera. Tips kami, jangan berlebihan menggunakan kalimat non baku karena bisa terkesan seperti blog main-main.

Harus Menggunakan Keyword

Keyword penting untuk SEO (Search Engine Optimization). Tetapi bukan berarti Anda harus selalu menggunakan keyword dalam setiap penulisan artikel. Ada saja blogger yang tidak terlalu memusingkan soal peringkat pada Google Search. Jadi jangan percaya soal peraturan untuk menggunakan keyword dalam membuat artikel. Bahkan sebuah artikel tanpa keyword akan terlihat lebih menarik, tidak ada unsur pemaksaan, dan Anda bisa sebebas-bebasnya merangkai kata-kata dengan lebih kreatif. Lebih tepatnya, SEO hanya digunakan untuk kebutuhan saja bukan untuk selalu diterapkan. Jika tidak butuh, ya tidak usah.

Bahasa Yang Tinggi

Blog adalah media yang hanya bisa diakses melalui perangkat elektronik. Pastinya sangat berkaitan erat dengan modernisasi dan kecanggihan teknologi. Dengan demikian seorang blogger harus menggunakan bahasa yang tinggi atau yang dimaksud adalah bahasa-bahasa intelek. Ada banyak blog yang menggunakan bahasa ‘aneh’ menurut orang awam, sebagai contoh “dalam pendakian gunung, setiap peserta harus memenuhi syarat safety”.

Padahal agar lebih mudah dipahami, penulis bisa mengganti kata ‘aneh’ tersebut menjadi “setiap peserta harus memenuhi syarat keselamatan atau keamanan”. Bagus jika Anda sedikit-sedikit menggunakan bahasa Inggris atau bahasa intelek lain. Tetapi tidak diwajibkan juga, karena terkadang kosa kata tinggi dianggap sulit dipahami orang awam atau anak-anak.

Harus Dari Inspirasi Sendiri

Anda mungkin dituntut oleh diri sendiri untuk menulis berdasarkan pemikiran sendiri, inspirasi sendiri dengan referensi dari sumber lain. Tetapi apakah harus selalu demikian? Sudah pasti tidak, karena manusia juga memiliki keterbatasan. Jika mood sedang jelek bagaimana bisa menulis berdasarkan pemikiran dan inspirasi sendiri? Jangan taku mengambil artikel milik orang lain untuk dilakukan re-write. Blogger bebas melakukan itu selama bukan hanya copas dan selama tidak ada keterangan “dilarang copas dan re-write”.

2 thoughts on “5 Mitos Dalam Menulis Artikel Blog Yang Masih Dipercayai

  1. Hhhmmmm baru tau klo dalam membuat artikel ada juga mitosnya :D hehehheh

    Thanks buat info menariknya :)

  2. konten original memang sangatlah perlu untuk kebaikan dan kemajuan blog, kalau copy paste kayaknya kurang etis, kalau rewrite itu baru oke….

Comments are closed.