Lowongan-Kerja-di-Internet

Pengangguran semakin banyak saja, ini membuat iklan lowongan kerja semakin dinanti para pencari kerja. Apalagi di usia muda terutama lulusan baru masih enggan dan takut berwirausaha. Alhasil langkah paling bijak menurut mereka adalah segera mencari kerja dan hidup mandiri.

Anda bisa memantau berbagai lowongan kerja baik itu di media cetak seperti koran, brosur maupun majalah serta pada media elektronik seperti internet. Sebenarnya untuk jaman serba online saat ini Anda bisa dimudahkan dengan adanya situs-situs resmi dan berbagai forum-forum penyedia lowongan kerja. Tinggal membuka kemudian memilih kategori lowongan kerja sesuai bidang atau sesuai dengan domisili.

Sayang sekali bahwa tidak semua lowongan kerja di internet adalah lowongan yang benar. Masih banyak penipu-penipu di dunia maya yang mencoba memanfaatkan para pencari kerja muda yang lugu. Tujuannya sudah tentu untuk mencari keuntungan pribadi. Jadi berhati-hatilah saat mencari lowongan kerja di internet, pahami apakah ada unsur penipuan atau tawaran yang palsu. Berikut ini adalah ciri-ciri lowongan kerja palsu yang sering muncul di berbagai situs lowongan kerja, forum maupun blog.

Artikel lain: Hobi Sederhana Yang Bisa Jadi Ajang Bisnis

1. Judul lowongan yang tidak tidak jelas

Judul lowongan kerja yang baik di internet seharusnya menuliskan kebutuhan perusahaan untuk merekrut orang yang memiliki keahlian tertentu. Sebagai contoh adalah “dibutuhkan mekanik mobil untuk bengkel” atau “dicari wanita untuk menjaga stand es capucino”. Nah, apabila Anda menemukan sebuah lowongan kerja dengan judul tidak jelas, maka harus diwaspadai.

Sebagai contoh adalah “lowongan kerja, gaji tinggi 200 ribu per hari” atau “lowongan kerja online, mudah dikerjakan dan gaji tinggi. Tampaknya bahasa tawaran tinggi tersebut memang sengaja digunakan untuk memancing para pencari kerja agar melamar pada perusahaan mencurigakan itu. Hati-hatilah karena bisa jadi itu adalah lowongan kerja palsu.

Baca juga:  Sukses Usaha dan Bisnis Sampingan Modal Kecil

2. Lowongan terbuka untuk siapa pun

Memang ada saja pekerjaan yang bisa dilakukan oleh siapapun. Namun terkadang lowongan kerja palsu sering menuliskan bahwa lowongan kerja yang ditawarkan bisa untuk siapapun. Bahkan terdengar aneh apabila ada lowongan untuk posisi staff marketing, staff administrasi maupun manager bisa menerima orang lulusan SMP sampai S1 atau dari lulusan baru sampai ibu rumah tangga. Tampaknya perusahaan lebih mementingkan banyaknya orang yang melamar, bukan mementingkan orang yang memiliki keahlian dibidangnya.

3. Nama perusahaan sering berubah-ubah

Perusahaan apakah yang sering berubah-ubah namanya? Untuk apa dan apakah keuntungannya? bukankah akan lebih merepotkan karena perusahaan harus merubah nama pada surat ijin usaha? Meski namanya sering berubah, namun perusahaan penipu masih menuliskan lokasi yang sama.

4. Menggunakan e-mail, web dan forum gratisan

Jika perusahaan yang dimaksud sanggup menggaji besar pegawainya, mengapa masih menggunakan alamat e-mail gratisan? Atau mengapa masih menumpang pada situs web dan forum gratisan? tentu ini menunjukan bahwa perusahaan yang dimaksud kurang bonafit. Biasanya hanya perusahaan kelas kecil yang masih menggunakan e-mail, web dan forum gratisan dan hanya mampu menggaji kecil kepada pegawainya.

5. Terkadang meminta sms dengan format tertentu

Ada-ada saja memang para penipu di dunia maya. Para penipu berkedok lowongan kerja kadang-kadang meminta agar sang pencari kerja untuk mengirim sms dengan format tertentu, sebagai contoh adalah sms seperti nama # alamat kota # usia pekerjaan sekarang# alamat email valid dan sebagainya. Padahal lowongan kerja asli biasanya justru meminta sang pelamar untuk mengiriman lamaran ke kantor atau jika tidak bisa melalui e-mail dengan disertai lampiran surat lamaran, ijazah, pas foto, scan KTP, SKCK dan sebagainya.

Baca juga:  Tips Berbisnis Desain Grafis Secara Online

6. Tidak menulis deskripsi pekerjaan

Karena memang niatnya untuk menipu, maka sang penipu tidak pernah menulis secara detail mengenai lowongan kerja yang dipostingnya. Perusahaan baik biasanya menuliskan nama perusahaan dan bidang yang dijalani. Sebagai contoh “PT. Indotama Perkasa adalah perusahaan yang bergerak dibidang konstruksi”.

Kemudian menjelaskan deskripsi pekerjaan yang ditawarkan dengan jelas apakah itu sebagai tukang las atau sebagai perancang bangunan. Sang penipu hanya menuliskan tawaran kerja enak, ringan dan mudah serta dengan gaji tinggi.

Baca juga: Peluang Bisnis Modal Kecil Yang Menguntungkan

Jadi waspadalah bila melihat beberapa ciri lowongan kerja palsu di internet. Tetaplah selalu waspada walaupun di saat Anda sangat membutuhkan pekerjaan.