Berbisnis-Distro

Pertama-tama kami ingin memberi tips bagi Anda yang ingin menjadi anak ‘gaul’, yakni belilah pakaian di distro. Ya, sepertinya pakaian dan segala aksesoris dari distro menjadi sebuah alat penilaian standar apakah seseorang sudah menjadi ‘gaul’ dan modis. Tetapi pendapat itu tidak selalu benar adanya karena istilah ‘gaul’ sering diartikan berbeda-beda.  Baiklah, lupakan perdebatan mengenai bagaimana cara menjadi anak gaul. Namun saat ini kami akan membahas mengenai bisnis distro itu sendiri.

Distro merupakan singkatan dari distribution outlet dan kadang-kadang ada yang menyebutnya distribution store. Distro pada umumnya berupa toko kecil yang didalamnya menjual beraneka pakaian, celana, tas, sepatu, aksesoris, dan berbagai macam perlengkapan busana lain. Jadi bisa dikatakan distro adalah bisnis UKM (Usaha Kecil Menengah) dan pada umumnya dijalankan oleh kalangan muda.

Keberadaan bisnis distro mulanya berawal dari beberapa komunitas musik indie yang kesulitan mendistribusikan barang produksinya. Musik label indie memang tidak mendapatkan tempat pada toko-toko umum, lagipula komunitas mereka menganggap bahwa barang-barang distro harus eksklusif. Jadi itulah mengapa sebenarnya distro identik dengan musik, seperti punk, metal, reggae, skate, hardcore dan lain-lain. Pada perkembangannya saat ini sudah banyak distro yang menjual produk namun tidak berkaitan dengan musik tertentu.

Bagi Anda kaum muda yang ingin menjalankan bisnis, mengapa tidak membuka distro saja? Berikut ini kami ulas beberapa tips sukses berbisnis distro:

1. Miliki Konsep dan Tema

Sebuah distro seharusnya memiliki konsep dan tema tersendiri. Konsep tersebut bisa mengadopsi dari genre musik atau budaya tertentu seperti urban art, konsep tengkorak, konsep futuristic, sports, adventure dan lain-lain. Sebagai contoh Anda adalah seorang penggemar musik metal, mungkin akan cocok membuka distrbution outlet metal yang didalamnya menjual beragam pakaian, aksesoris dan kaset/CD yang berhubungan dengan musik metal. Hal ini bisa menjadi ciri khas distro Anda, dan akan sangat jelek bila sebuah distro tanpa konsep dan tema.

Baca juga:  7 Tips Cara Memilih Jasa Pengiriman Barang Untuk Bisnis

2. Tentukan Brand atau Merek yang Dijual

Sebuah distro yang baik biasanya menjual brand atau merek tertentu. Jadi jangan samakan dengan toko swalayan yang menjual barang-barang dari berbagai brand atau merek. Sebagai contoh sebuah distro A hanya menjual pakaian dari brand Kick Denim dan Black ID. Sedangkan pada distro B hanya menjual pakaian dari brand Koplok Records dan KidRock. Jadi sebaiknya tentukan mana brand atau merek yang Anda anggap bagus dan cocok sesuai selera konsumen.

3. Produk Sendiri Akan Lebih Bagus

Untuk penentuan brand dan merek sudah pasti Anda harus bekerja sama dengan pihak distributor atau produsen. Namun saat ini sudah banyak distro yang lebih mandiri dengan membuat produk dan brand sendiri. Untuk pembuatan produk sendiri berarti Anda harus memiliki skill seperti sablon, desain, dan sebagainya. Barang dengan produk sendiri akan lebih menguntungkan ketimbang harus membeli grosir.

4. Tempat Usaha Yang Nyaman

Distro identik dengan kaum muda, dan juga identik sebagai tempat untuk nongkrong. Jadi jangan heran bila sebuah distro selalu dipenuhi anak-anak muda yang sedang berkumpul. Itulah mengapa  perlunya distro Anda berada ditempat strategis dan nyaman. Semakin ramai distro sebagai ajang tempat kumpul, maka semakin membuat distro tersebut memiliki reputasi bagus. Mungkin orang akan menganggap bahwa distro Anda menjual barang bagus.

Baca juga:  Beberapa Model Bisnis yang Harus Anda Hindari

5. Bangun Jaringan Komunitas

Sebagai distro dengan konsep tertentu pastinya harus memiliki jaringan komunitas. Sebagai contoh sebuah distro musik Punk, sebaiknya aktif dalam komunitas Punk bahkan bisa menjadi pelopor dan koordinir komunitas. Bisa pula distro menjadi pihak yang menggelar event musik Punk sebagai sarana promosi dan kepeduliannya dengan komunitas. Jadi jangan heran bila Anda sering menemui banner dan spanduk dari toko distro tertentu pada event musik. Atau bila konsep distro Anda adalah otomotif, mungkin bisa menggelar kegiatan semacam touring.

6. Promosi Khas Distro

Bila Anda membeli sebuah produk di distro, maka Anda akan mendapatkan bonus berupa striker. Sejak dahulu distro memang selalu melakukan itu karena dianggap sebagai cara promosi yang jitu.  Dijaman serba online, mungkin Anda sangat perlu promosi lewat media sosial. Sekaligus menawarkan cara transaksi via online.