jualan-di-sosial-media

Tidak punya website atau blog, yang menjadi andalan sebagai fasilitas marketing online biasanya adalah sosial media. Ya, selain gratis, sosial media juga memungkinkan Anda untuk berinteraksi langsung dengan orang yang khususnya calon konsumen. Yang mendukung efektivitas sosial media dalam pemasaran adalah penggunanya yang melimpah, khususnya di Indonesia. Facebook, Instagram, dan Twitter memiliki puluhan juta pengguna di negeri ini. Peluang sangat besar, lagipula fitur-fitur sosial media juga sudah lengkap. Postingan gambar/foto, menuliskan deskripsi tentu sudah lebih dari cukup untuk melakukan pemasaran. Jadi tunggu apa lagi, segera buat akun dagangan Anda dan dapatkan keuntungan yang melimpah.

Sepertinya tulisan diatas kita sedang membicarakan ‘buah manis’ dari sosial media sebagai fasilitas marketing online. Yang jadi pertanyaan adalah kebalikan dari ‘buah manis’, yakni ‘buah pahit’. Disadari atau tidak ternyata sosial media juga memiliki ‘buah pahit’ yakni kekurangan untuk aktivitas marketing online. Jadi tidak selamanya sosial media unggul dibandingkan fasilitas laman lain karena berbagai layanan ini juga memiliki cukup banyak kekurangan. Penasaran bukan apa saja kelemahan sosial media untuk penggunaan penjualan produk secara online? Simak ulasan dibawah ini selengkapnya:

1. Mudah tenggelam

Pertama kelemahan yang cukup dirasakan oleh para pedagang online via sosial media adalah postingan mereka yang mudah tenggelam. Ya, memang sosial media menerapkan sistem penampil postingan berdasarkan yang terbaru, meski Facebook juga menampilkan postingan yang terpopuler. Jadi ketika Anda memposting sesuatu pastinya lambat laun akan segera tenggelam atau menurun digantikan oleh postingan-postingan yang baru. Berbeda dengan penggunaan blog dimana postingan bisa diatur mana yang akan terus muncul di halaman utama (home) atau Google Search yang bisa lama tenggelam pada persaingan SEO. Di beranda orang lain postingan Anda diperkirakan hanya mampu bertahan sekitar setengah jam sampai 1 jam. Semakin banyak pertemanan malah semakin cepat karena akan lebih banyak postingan baru.

Baca: Tips Branding Melalui Fasilitas Fans Page Facebook

2. Penggunaan hastag pun mudah tenggelam

Untuk layanan Facebook setidaknya, postingan yang tenggelam bisa di ‘up’ dengan cara ditambahkan komentar atau Like. Namun untuk penggunaan Hastag, khususnya Instagram dan Twitter, postingan yang sekali tenggelam akan terus tenggelam. Hal ini bisa dipengaruhi oleh penggunaan Hastag sama dari postingan lain. Anda tidak akan bisa lagi melakukan ‘up’ untuk muncul diatas pada fitur searching.

3. Sosial media terjangkau pada sesama penggunanya

Umumnya penjangkauan di sosial media hanya terbatas pada sesama penggunanya. Berbeda platform tentu tidak akan terjangkau, sebagai contoh Anda pengguna Path tentu tidak akan bisa melihat postingan Facebook kecuali Anda Login terlebih dahulu. Keterbatasan inilah yang menjadi kelemahan sosial media. Teman Facebook Anda hanya 2000 orang, ya berarti yang terjangkau postingan Anda hanya 2000 orang tersebut. Itupun jika kesemuanya aktif, jika tidak berarti hanya sebagian saja.

4. Pencarian sulit dilakukan

Dalam sosial media ketika Anda mencari produk tertentu dengan kata kunci, sepertinya masih sulit meski masih kemungkinan bisa dilakukan. Facebook tidak menyediakan fitur pencarian konten kata kunci, hanya menyediakan pencarian akun, grup dan halaman fanspage. Sementara Instagram hanya menyediakan pencarian konten dengan Hastag, tanpa Hastag tentu tidak akan muncul dalam pencarian. Kemungkinan hanya Twitter yang masih memberikan kelonggaran untuk pencarian konten meski tidak seefektif Google.

5. Konten sosial media sulit terindex di Google

Orang-orang lebih suka mencari produk lewat layanan mesin pencari Google. Konten atau postingan di sosial media memang dapat terindex, namun tetap saja masih kalah rank indexing dengan konten yang dibuat menggunakan platform blog, situs website resmi maupun forum. Jadi jangan terlalu berharap banyak postingan Anda akan masuk ke halaman satu Google, apalagi posisi teratas, ditambah jika menggunakan keyword dengan persaingan ketat. Bagaimana pun juga indexing pada Google Search memungkinkan konten Anda bisa terjangkau lebih luas, ketimbang hanya terjangkau di pertemanan sosial media saja. Untuk mesin pencari Bing memang memiliki fitur untuk “Bing social search” yang difungsikan mencari konten yang berasal dari sosial media. Namun apakah fitur ini populer dan benar-benar banyak digunakan? Sepertinya tidak.

Kesimpulannya memang sebaiknya Anda memanfaatkan beberapa fasilitas internet untuk aktivitas pemasaran onine mengingat kelemahan sosial media bisa ditutupi dengan kelebihan dari situs web maupun blog, Atau sebaliknya, kelemahan situs web dapat ditutupi dengan sosial media.