Pernahkah Anda membuka sebuah halaman website yang didalamnya terdapat tampilan menarik, penuh animasi, kustumisasi yang lain dari pada yang lain serta fitur navigasi canggih? Ya, situs-situs semacam itu tentunya tidak menggunakan template biasa melainkan dirancang menggunakan action script, inilah sebuah bahasa pemrograman yang digunakan oleh software Flash guna mengendalikan object-object serta movie yang ada pada Flash.

Meski demikian Flash sebenarnya bisa tidak menggunakan ActionScript untuk pemakaiannya, namun jika pemilik web menginginkan adanya interaktifitas yang lebih komplek, akhirnya mau tidak mau Action Script memang harus dibutuhkan. Situs web dengan konten flash memang begitu indah dilihat, menambah gengsi tersendiri karena umumnya webmaster mematok harga yang mahal untuk desain dengan konten flash.

Walau dianggap sebagai situs website yang bagus, pada kenyataannya konten flash banyak dihindari oleh pemilik laman. Ada yang menganggap bahwa konten ini membuat laman menjadi lebih lambat dimuat dan yang paling populer adalah soal tidak SEO friendly-nya sebuah laman yang kebanyakan konten flash.

Banyak artikel tentang trik SEO yang menghimbau bahwa konten yang bagus adalah minim flash dan diperbanyak optimisasi menggunakan kata kunci. Jadi benarkah tentang pernyataan konten flash yang tidak SEO friendly? Inilah alasannya:

1. Mesin pencari tidak dapat membaca konten flash

Satu-satunya alasan website flash tidak SEO friendly adalah keterbatasan mesin pencari yang tidak dapat membaca dan menterjemahkan konten flash. Ini karena mesin pencari selalu melakukan indexing melalui tulisan, bukan animasi, gambar, video maupun konten bergerak lainnya.

Baca juga:  Beberapa Nasehat Untuk Anda Yang Bermain SEO

Untuk itulah website yang sudah SEO friendly saja harus menambahkan alt text dan tittle pada konten gambar maupun video. Seberapa bagusnya konten flash yang dibuat tetap saja jika tidak ada keyword, akan sangat sulit terindex Google. Sangat tidak cocok bagi sebuah situs web yang menginginkan visitor organik yang datang dari mesin pencari.

Jadi apakah situs web dengan banyak konten flash sama sekali tidak bisa diselamatkan? Tentu saja tidak demikian, karena ternyata ada beberapa trik-trik yang bisa Anda lakukan agar situs dengan banyak konten flash dapat terindex mesin pencari:

2. Masukan konten SWF ke HTML

Small Web Format atau SWF merupakan sebuah format file multimedia serta grafis vektor. Format SWF dahulu dikenal sebagai produk milik FutureWave Software, namun dijual ke Macromedia diakuisisi oleh Adobe. File SWF sering digunakan untuk membuat berbagai program konten flash, bahkan juga game menggunakan Action Script.

Nah, tentu SWF tidak dapat terbaca oleh bot mesin pencari. Untuk itulah Anda harus mengambil konten SWF ke kode HTML halaman situs Anda agar dapat terindex oleh mesin pencari.

3. Tittle tag dioptimalkan

Gumpalan halaman dengan konten flash sepenuhnya, tentu sangat-sangat tidak SEO friendly karena minim sekali huruf-huruf yang bisa dioptimisasi. Tetapi Anda masih memiliki harapan, yakni pada setiap halaman dianjurkan memiliki sumber HTML yang diantaranya terdapat “H1” kemudian setidaknya jika masih memiliki kolom untuk badan konten Anda bisa menyisipkan kata kunci agar dapat diindeks oleh mesin pencari.

Baca juga:  Cara Optimasi SEO On Page Untuk Blog

Elemen yang paling ampuh memang Tittle atau H1 untuk menyelamatkan laman Anda dari ketertinggalan dalam persaingan indexing.

4. Optimalkan menu

Pada sebuah halaman website tentu saja terdapat kotak-kotak menu untuk memisahkan jenis konten. Sebagai contoh pada web full konten flash semacam http://www.games.co.id/, ternyata pengembangnya memanfaatkan kolom tulisan menu yang ditulis dengan sub judul untuk keperluan SEO secara tidak langsung.

Nah, sub judul menu tersebut masih dapat dibaca oleh mesin pencari karena merupakan tagline.

5. Nama URL

Nama domain memang menjadi salah satu elemen pendukung SEO yang tidak boleh dilupakan. Meski kadar SEO-nya tidak sebesar tittle tag namun nama  yang unik dan juga mengandung kata kunci dapat membantu indexing sebuah website flash ke mesin pencari. Selain itu mungkin Anda juga bisa mensiasati dengan mengubah URL pada sub halaman menjadi SEO friendly, contohnya menggunakan pengaturan menu Permalink.

Selain beberapa trik diatas, pastikan juga laman sudah mobile friendly meski bisa saja konten flash akhirnya tidak berfungsi optimal ketika dibuka pada perangkat mobile.