1

Selama ini, sistem pendidikan di Indonesia menerapkan sekolah usia dini. Misalnya anak berusia 5 tahun sekolah di TK, kemudian dilanjutkan SD pada umur 6 tahun. Bahkan saat ini balita pun sudah dimasukkan ke sekolah playgroup, walaupun belum diajarkan membaca dan lain-lain. Padahal, menurut para guru dan akademisi di Inggris menyatakan, sekolah di usia 5-7 tahun dinilai terlalu buru-buru dan dapat memberikan dampak negatif bagi perkembangan anak.

Mantan komisaris anak di Inggris, Sir Al Aynsley Green dalam Dailymail mengatakan, sekolah di usia dini akan membuat anak merasa terpaksa untuk belajar. Padahal di usia tersebut seharusnya anak dibiarkan untuk bermaiin-main. Hal ini akan membuat anak-anak menjadi lebih mudah stress dan ketakutan untuk belajar. Untuk itu, para guru dan akademisi di Inggris sepakat untuk menolak peraturan sekolah di usia dini. Juru bicara pemerintah di bidang pendidikan Inggris, Michael Gove, mengatakan masih akan mempertimbangkan kembali mengenai peraturan wajib belajar di usia 5 tahun.

Sementara itu, kondisi yang terjadi di Indonesia, anak-anak berusia 5 tahun atau bahkan 4 tahun yang bersekolah di TK sudah diajarkan membaca, menulis dan berhitung. Jadi tidak ada bedanya antara anak yang bisa membaca di usia 4 tahun dengan anak yang bisa membaca di usia 6 tahun. Tapi jika hal tersebut dipaksakan, tentunya akan menimbulkan efek yang tidak baik bagi perkembangan anak itu sendiri, karena anak usia tersebut belum memiliki kesiapan mental yang cukup sehingga anak-anak akan lebih mudah merasa bosan, stress, dan kurang konsentrasi belajar.

Semoga Bermanfaat.