Online-Store-vs-Toko-Offline

Selama beberapa tahun terakhir penulis melihat dari beberapa perusahaan yang cukup terkenal berusaha untuk merangkul media digital sebagai salah satu proses bisnis yang paling penting. Dalam dunia penjualan dan pemasaran, ekosistem online telah hampir menjadi salah satu saluran standar untuk kegiatan seperti promosi produk dan jasa serta meningkatkan loyalitas terhadap para pelanggan. Hal ini merupakan sambutan dalam pergeseran gaya hidup secara offline menuju online.

Perkembangan internet juga ikut mempengaruhi model bisnis yang berkembang saat ini. Jika dulu kita lebih terpaku pada bisnis yang berpusat di toko fisik atau offline maka kini kita memiliki lebih banyak alternatif dengan berbelanja di toko online.

Banyak yang menganggap bahwa toko fisik sudah tidak relevan dengan dunia bisnis saat ini, dikarenakan terlalu banyak batasan yang tidak dapat di jangkau dibandingkan dengan online store atau toko online. Orang ingin berbelanja tanpa batasan wilayah dan waktu, mereka ingin membeli barang dari luar kota bahkan dari luar negeri sekalipun dengan cara yang sangat mudah tanpa harus berbelit-belit. Barang-barang ini memang sudah ada yang tersedia di toko atau kios namun sayangnya jumlah dan varian yang dimilikinya sangat terbatas. Beberapa orang mengaku mulai percaya dengan bisnis yang dibangun melalui dunia maya ini, karena dapat memperluas jangkaun target pasar.

Sepak Terjang Nike

Kita dapat melihat hal ini dalam contoh Nike, yang merupakan salah satu merek terkemuka yang berubah menjadi media digital untuk meningkatkan brand awareness dan mengelola komunitas penggemar mereka. Sepak terjang Nike menggunakan strategi yang lebih mudah untuk mendorong fans mereka untuk berpindah dari toko fisik ke toko-toko online.

Dalam salah satu tren bisnis yang paling terlihat, Nike mulai memprioritaskan website mereka tepatnya pada tahun yang lalu dan masih terfokus pada penguatan saluran penjualan online mereka. Jason Gube, pendiri Enam Revisi mencatat dalam sebuah laporan: “Untuk menggambarkan bagaimana Nike memprioritaskan website mereka, di beberapa toko retail Nike, mereka benar-benar memiliki stasiun komputer login ke Nike.com yang memungkinkan pelanggan untuk membangun sepatu mereka.”

Jelas, strategi Nike adalah sangat berorientasi pada konsumen dan merupakan lompatan besar dari bentuk-bentuk tradisional menjalankan bisnis. “Sebelum ini, bisnis akan memiliki informasi situs atau brosur yang dibangun oleh seorang desainer web untuk mempromosikan dan memasarkan toko fisik mereka. Tapi hari ini kita melihat kebalikannya: Justru toko fisik berusaha semaksimal mungkin untuk mempromosikan dan memasarkan website mereka sebagai satu alternatif layanan dalam bisnis, “catatan Gube.

Dengan cara ini, Nike tidak hanya mempromosikan gaya hidup kontemporer, tetapi juga mendorong fans mereka untuk menggunakan teknologi dalam kehidupan sehari-hari mereka. Tentu saja, ini mungkin ada hubungannya dengan kemitraan jangka panjang Nike dengan Apple, terutama karena kedua perusahaan berencana untuk menggelar Produk pakaian kebugaran generasi berikutnya. Apple Perhiasan Sport dijadwalkan untuk rilis pada tahun 2015 kemungkinan akan menjadi perangkat favorit.

Mengingat contoh Nike dan beberapa merek lain, sejauh mana Internet dalam mengubah proses penjualan dan pemasaran memberika pengaruh yang sangat besar. Jelas, bahkan perusahaan yang tidak secara langsung menjual produk atau layanan online bisa mendapatkan keuntungan dari menggunakan media digital. Mereka yang membuka toko web tentu diharapkan untuk mengikuti jejak merek seperti Nike untuk menyesuaikan tren bisnis mereka untuk platform yang teknologi ini.

Berikut ini akan kami sampaikan beberapa kekurangan dari Toko Fisik dan kelebihan dari Online Store jika saling dibandingkan :

1. Toko Offline

Toko offline membutuhkan biaya pembangunan yang sangat besar sehingga banyak pengusaha muda yang masih enggan untuk memiliki toko fisik itu sendiri. Biaya pembuatan toko yang besar ini belum tentu sepadan dengan keuntungan yang didapatkan karena banyaknya saingan, belum lagi kita harus menerapkan strategi penjualan yang unik untuk membuat pembeli tertarik dengan barang dagangan kita.

Hal ini sangat memakan waktu dan menguras tenaga, jika tidak kita akan kalah dengan beberapa kompetitor yang bergerak dalam bidang yang sama, tentu saja hal ini sangat tidak diinginkan. Tidak sedikit pengusaha yang akhirnya tidak bisa melanjutkan usaha karena modal yang dimilikinya habis hanya untuk membangun atau menyewa kios, bisa dikatakan pengelolaan toko offline dapat memberikan dampak bagaikan besar pasak dari pada tiang. Beberapa kelemahan dari toko fisik adalah:

  1. Biaya operasional yang cukup tinggi.
  2. Harus memiliki stok barang terlebih dahulu.
  3. Harus menggaji banyak karyawan.
  4. Jaringan yang tidak terlalu luas.
  5. Memiliki keterbatasan waktu dalam penjualan.
  6. Keuntungan yang diperoleh sangat tipis.
  7. Biaya promosi yang relatif tinggi karena harus memasang iklan di Koran maupun di radio.

Sudah menjadi hal yang lazim bahwa sebuah toko fisik membutuhkan biaya operasional yang tinggi. Biaya ini mencakup banyak hal seperti tagihan listrik, air, internet, dan iuran lainnya. Jika tidak dibayar maka sebuah toko fisik akan lumpuh dan tidak mampu beroperasi. Keuntungan yang didapatkan oleh pedagang kecil tetap tidak terlalu besar karena mereka harus menyisihkan untuk membayar biaya operasional.

Toko offline wajib menyetok barang. Semakin banyak barang yang disediakan maka konsumen akan semakin senang namun dampak kerugian yang besar bisa dialami jika ternyata barang tersebut tidak laku. Produk yang terlalu lama disimpan akan menjadi rusak dan tidak ada konsumen yang mau membelinya. Transaksi jual beli melalui toko fisik pada masa sekarang sering digunakan sebagai jalur alternatif saja mengingat saat ini sudah marak adanya transaksi jual beli melalui toko online yang dinilai jauh lebih mudah, baik bagi pembeli maupun bagi penjual.

 2. Toko Online (Online Store)

Keuntungan pertama jika berjualan online adalah modal yang kita tanamkan tidak besar karena tidak perlu membuat toko fisik. Bagi anda yang memiliki modal minim namun ingin mencoba berwirausaha, anda bisa menjadi dropshipper. Anda bisa menjual barang tanpa harus membelinya. Meskipun begitu, anda masih bisa membuka toko anda sendiri dan mendapatkan keuntungan dari supplier. Jika usaha dropshipping ini sudah mampu mengumpulkan modal yang cukup, anda bisa naik level menjadi seorang reseller. Dengan menjadi reseller, anda bisa mengontrol sirkulasi barang sendiri dan keuntungan yang diperoleh juga cukup besar. Beberapa keunggulan dari Online Store:

  1. Menghemat biaya operasi karena toko online tidak harus menyediakan dana untuk menyewa lokasi untuk berjualan.
  2. Pemilik toko online dapat mengeoperasikan dimanapun dan kapan pun selama ada koneksi internet.
  3. Jangkauan pasar nya bisa lebih luas.
  4. Tidak harus membayar karyawan.
  5. Informasi yang ditampilkan bisa lebih banyak dan lebih menarik.
  6. Tidak ada batasan waktu.

Baca juga: Cara Membuat Toko Online

Keunggulan toko online yang terakhir adalah kemudahan dalam mengoperasikannya. Semua media social seperti Facebook, Twitter, Instagram dan lain sebagainya didesain secara sederhana sehingga tidak membingungkan pemakaiannya. Anda hanya perlu membiasakan diri dengan jejaring sosial yang anda gunakan. Tidak dibutuhkan skill khusus untuk bisa mengoperasikan sebuah akun kecuali jika anda memilih untuk membuka toko online melalui website. Untuk berinteraksi dengan pembeli juga bisa dilakukan sewaktu-waktu hanya melalui pesan. Anda tidak harus terus berada di depan komputer karena media sosial sudah bisa diakses melalui smartphone.

Selanjutnya keputusan ada pada anda, apakah anda siap untuk membangun sebuah toko fisik dikala perilaku masyarakat saat ini lebih mengarah pada penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari mereka, atau anda memilih untuk membuka online store yang dapat memberikan banyak keuntungan dan mudah dalam pengoperasiannya, semua keputusan ada di tangan anda, selamat mencoba.