Mental-Gratisan-Dalam-Berbisnis-Online

Kita sudah bisa menikmati layanan mesin pencari Google dengan gratis, kita bisa menggunakan layanan sosial media juga dengan gratis seperti Facebook, Twitter maupun Instagram. Bahkan Anda mungkin juga sering membajak (mengunduh diluar lisensi) sebuah program komputer agar dapat gratis mengingat harganya yang cukup mahal. Ya, hampir sebagian besar dari kita memang menyukai barang gratisan. Bahkan kalau perlu fasilitas koneksi internet pun harus gratis. Setelah lama berlanjut menggunakan internet, kemudian kita tertarik dengan bisnis online entah itu jual beli, menyediakan jasa maupun mengikuti program advertisment dan sejenisnya.

Harapannya ingin sukses dan ingin mendapatkan penghasilan besar dari bisnis online. Namun kenyataannya justru pendapatan yang tidak kunjung naik, dan kekecewaan yang didapat. Ada yang salah? Kemungkinan karena Anda memiliki sifat mental gratisan yang masih menjadi ‘idealisme’. Segalanya harus gratisan termasuk dalam hal bisnis online, padahal kenyataannya kebanyakan pebisnis online sukses banyak menggelontorkan dana untuk modal dan pemasarannya. Suksesnya Lazada atau Zalora bukan semata-mata karena sekedarnya, mereka banyak mengeluarkan dana puluhan juta hanya untuk pemasaran.

Jadi apakah Anda masih tidak percaya bahwa mental gratisan tidak akan membuat bisnis online Anda berkembang? Ulasan dibawah ini mungkin menjadi jawabannya:

  • Menggunakan website gratisan

Tidak mau modal, untuk menjual produk saja harus menggunakan website gratisan, termasuk hosting dan domainnya. Menyedihkan memang, karena lebih baik menggunakan forum jual beli saja atau jualan lewat media sosial. Website gratisan sudah pasti berbeda dengan yang berbayar, dari segi fitur pasti kurang, kode domain yang ‘aneh’ (tidak populer), iklan tak terduga, keamanan yang masih dipertanyakan dan juga servernya labil. Lagipula web gratisan juga memiliki kapasitas terbatas, sulit bagi Anda yang memiliki banyak file untuk diunggah. Reputasi toko online Anda sulit naik, bahkan ada banyak orang yang paling anti membeli produk secara online selain situs web resmi.

Baca juga:  Beberapa Sumber Trafik Untuk Website Bisnis Anda
  • Pemasaran sosial media

Dalam penggunaan sosial media khususnya Facebook untuk berjualan, mungkin Anda juga menyukai promosi atau pemasaran yang gratisan. Sebenarnya hampir sebagian besar fitur Facebook masih gratis, seperti postingan status, pengunggahan foto/gambar, bahkan sampai pembuatan halaman fans page. Karena dasarnya suka yang gratisan, akhirnya dalam menambahkan Like (followers) pada fans pagenya hanya memanfaatkan fitur invite teman.

Padahal hal ini cukup terbatas karena Anda hanya bisa mengajak teman Facebook Anda, selebihnya menggunakan sistem ‘salprom’ antar pemilik fanspage. Hasilnya mengecewakan, pengikut yang datang justru para ‘robot’ yang sama sekali tidak potensial dan keluhan yang dirasa. Padahal Facebook menawarkan layanan pemasaran yang sangat efektif, tertarget dan 100% manusia yakni program Facebook Ads. Apakah para ‘robot’ akan membeli dagangan Anda? Mustahil.

  • Foto produk gratisan

Foto apa yang tidak bisa dicari di Google Images. Sayangnya jika Anda berjualan produk sendiri, sebaiknya menggunakan foto asli dari karya Anda sendiri atau dari fotografer yang Anda bayar. Bukannya malah mencopot asal dari halaman lain. Gara-gara foto yang mencomot dari Google, ada banyak calon konsumen yang akhirnya tidak mempercayai toko online atau lapakan thread online tersebut.

  • SEO gratisan

Lucu atau aneh, tidak ingin mengeluarkan uang tetapi ingin halaman websitenya muncul pada halaman 1 urutan teratas mesin pencari dengan kata kunci yang ‘super’ berat persaingannya. Padahal Anda tidak memiliki ilmu SEO atau hanya sedikit saja yang diketahui. Jika hasil yang didapat tidak sesuai akhirnya merengek-rengek minta diberi ilmu SEO secara gratisan. Padahal ilmu itu mahal, untuk dapat menguasai SEO dengan gratis minimal Anda harus banyak-banyak membaca tips trik SEO secara online.

Baca juga:  Jangan Asal Memotret Produk yang Diposting di Web

Namun tetap saja ada kosa kata yang sulit Anda pahami tanpa mentor. Alternatifnya adalah dengan membeli Ebook, kursus SEO, mengikuti seminar berbayar atau yang paling mudah adalah membayar ahli SEO untuk menguruh halaman sampai meroket ke posisi atas.

  • Konten marketing gratisan

Mungkin membuat konten marketing gratisan bisa dikerjakan sendiri, tetapi ketika sang pemilik toko online tidak memiliki kemampuan untuk membuat artikel marketing bagus, akhirnya copas sana copas sini. Tentu saja ini sebuah hal yang tidak patut ditiru. Jika tidak mampu menghasilkan konten bagus sebaiknya membayar penulis konten professional. Tetapi mental gratisan lebih ‘sayang’ uangnya ketimbang untuk membayar penulis.

Mental gratisan sebaiknya tidak Anda miliki. Bolehlah menggunakan beberapa fitur dan layanan gratis, tetapi untuk dapat berkembang sebaiknya Anda tidak ‘eman-eman’ mengeluarkan dana. Lagipul itu merupakan investasi jangka panjang dan demi kemajuan bisnis online Anda.