Tipe-Pembeli-Bisnis-Online

Bagi Anda yang sudah lama berkecimpung dalam jual beli online, tentunya sudah banyak tipe dan sifat orang yang ditemui. Terkadang Anda bertemu dengan orang yang benar-benar menyenangkan untuk bertransaksi, ada juga orang yang seperti menantang berkelahi saat melakukan transaksi, dan ada pula yang biasa-biasa saja. Dipastikan Anda sebagai seller tetap mengutamakan pelayanan prima bagaimana pun orang yang dihadapi.

Mudah dan tidak mudah sebenarnya, karena ini juga berhubungan langsung dengan perasaan Anda sendiri. Bagaimana pun seller juga manusia yang memiliki emosi. Komunikasi yang baik, bahasa yang tertata menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam transaksi. Mungkin bagi Anda yang belum berpengalaman banyak di dunia jual beli online, penting untuk mengetahui berbagai macam tipe dan sifat dari para pembeli/konsumen. Tujuannya agar Anda lebih siap dan tidak kaget. Berikut ulasan selengkapnya:

Pembeli Gugup

Pernahkah Anda menghadapi seorang konsumen yang gugup atau terburu-buru dalam transaksi? Sifat seperti ini sebenarnya cukup menguntungkan bagi seorang seller karena transaksi bisa cepat. Mereka mengirim pesan, menuliskan produk yang akan dibeli, dan mentranster uang tanpa basa-basi berbelit. Tipe pembeli seperti ini tidak terlalu banyak bertanya, kemungkinan karena mereka sudah mempercayai seorang seller, atau karena memang sangat membutuhkan barang tersebut segera. Kerugiannya justru ada pada mereka, rentan terkena penipuan dan kurang teliti dalam melihat spesifikasi produk.

Pembeli Informatif

Mereka suka bertanya detail produk, mulai dari A sampai Z, padahal mungkin sudah membaca spesifikasi yang tertera. Pengambilan informasi tujuannya macam-macam, ada yang memang sebagai kehati-hatian maupun untuk tujuan lain. Disinilah Anda sebagai seller dituntut untuk terus malayani pertanyaan mereka, lagipula adalah hak konsumen untuk mengetahui kondisi, kelengkapan dan fitur dari produk yang Anda jual. Bersabarlah sedikit karena bertransaksi dengan pembeli seperti ini cukup membutuhkan waktu yang lama.

Baca juga:  Jangan Asal Memotret Produk yang Diposting di Web

Pembeli Hemat

Tipe pembeli ini hampir sering dijumpai disetiap transaksi. Alasan berhemat adalah karena kondisi finansial mereka sendiri, atau bisa juga karena mereka suka bernegosiasi. Kesabaran dari seller juga di uji disini, tak jarang mereka akan bernegosiasi secara alot, lama dan sering kali mengalami kegagalan. Tidak masalah selama Anda tetap berusaha melayani secara prima dan sudah memberikan harga wajar. Jangan marah dan jangan kaget bila mereka menawar produk Anda dengan harga jauh dibawah pasaran. Tanggapi saja dengan bahasa santai.

Pembeli Ragu

Namanya juga transaksi online, wajar jika ada keraguan yang muncul dari calon pembeli. Jangan malas untuk mengatakan bahwa Anda bukanlah penipu, dan yang terpenting adalah bukti bahwa Anda bukan seller penipu. Bukti yang kuat adalah Anda bersedia transaksi Cash On Delivery maupun pembayaran melalui rekening bersama. Perbaiki juga situs toko online serta lapakan Anda dengan menyematkan foto toko offline agar semakin dipercaya.

Pembeli PHP (Pemberi Harapan Palsu)

Apa yang dimaksud pembeli pemberi harapan palsu? mungkin Anda pernah di SMS oleh orang yang bertanya-tanya tentang produk Anda, mulai dari spesifikasi, harga dan sebagainya. Tetapi kenyataannya mereka tidak berniat untuk membeli, hanya bertanya saja. Terkadang setelah mendapatkan informasi yang dibutuhkan mereka langsung menghilang tanpa kabar. Pembeli ini disebut PHP karena seller berharap mereka melakukan order, tetapi tidak jelas bagaimana kelanjutannya.

Baca juga:  Apakah Efektif Berpromosi Lewat Komentar Pada Postingan Sosmed Orang lain?

Pembeli Kurang Referensi

Tidak semua orang mengetahui secara detail pada sebuah produk. Ada kalanya Anda akan menghadapi orang yang meminta pendapat dari Anda sebagai seller. Kata-kata yang paling sering ditanyakan adalah “Lebih bagus produk A atau produk B mas?” Pastikan Anda tidak memanfaatkan situasi ini, jadilah seller jujur. Terbuka saat menjelaskan kelebihan produk A dan kelemahannya, begitu juga sebaliknya.

Pembeli Penghubung

Ada lagi yang namanya pembeli penghubung, mungkin agak beda-beda tipis dengan reseler hanya saja mereka sebelumnya tidak menjalin perjanjian kerja sama dengan Anda. Namanya juga pembeli penghubung, pastinya mereka ingin harga lebih ‘miring’ karena produk tersebut juga akan dijual kembali. Tergantung Anda apakah bersedia atau tidak memberikan harga dibawah pasaran. Bersyukurlah bila mereka bersedia membeli dengan harga pasaran.