mengadu-marketing-online-vs-offline

Pilihan untuk melakukan pemasaran produk atau jasa ada banyak, tinggal bagaimana Anda memilih dan mencermati mana yang dianggap paling efektif. Tetapi terkadang ada saja orang-orang yang belum memiliki wawasan, menggelontorkan banyak biaya untuk pemasaran tetapi strateginya dianggap kurang efektif. Saya tidak mencap bahwa marketing online adalah unggul segala-galanya, dan marketing offline sudah kuno dan sama sekali tidak efektif. Bukan begitu maksudnya, karena bagaimanapun juga tidak akan sampai pemasaran online kepada orang yang jarang atau tidak pernah mengakses internet.

Strategi pemasaran online pada dasarnya adalah sama untuk menginformasikan sebuah produk, hanya saja didukung dengan jaringan lebih luas dan biaya terjangkau. Demi efektivitas yang lebih, ada program marketing online juga harus berbayar meski banyak juga cara yang tidak berbayar. Apakah Anda masih galau, sedang ada budget untuk pemasaran namun bingung apakah akan menggunakan marketing online berbayar atau marketing offline berbayar?

Sedikit ulasan dari kami di bawah ini sekiranya dapat membuka mata Anda, mana yang lebih murah tapi efektif, mana yang lebih memboroskan, mana yang lebih mahal tapi efektif dan mana yang mahal tetapi tidak efektif:

Marketing Online

1. Google Adwords

Program pengiklanan dan pemasaran berbayar, biasanya untuk menaruhkan halaman situs web milik Anda ke posisi teratas pada mesin pencari Google dengan keyword tertentu. Marketing online ini terbilang tidak murah, tetapi juga tidak terlalu mahal.

Anda dapat menjangkau orang-orang yang potensial untuk menjadi konsumen mengingat kemunculannya berdasarkan keyword yang ditulis. Bahkan kemunculan iklan Adwords juga bisa disetting sesuai domisili area. Sayangnya, Adwords terbatas oleh waktu, jika masa aktifnya habis maka iklan Anda hilang dan terbatas bagi pengguna internet saja.

2. Facebook Ads

Kali ini Anda bisa memanfaatkan media sosial untuk marketing online, salah satunya adalah program Facebook Ads yang menawarkan promosi halaman fanspage, promosi konten postingan, dan promosi web melalui media sosial. Sangat berpotensi karena pengguna Facebook yang mencapai miliaran di dunia, lagipula iklan bisa disetting berdasarkan domisili, usia, jenis kelamin dan lain-lain.

Orang yang melihat iklan Anda bisa masuk dan Like halaman kemudian selalu mendapatkan informasi dari postingan fanspage Anda. Harga yang relatif murah, ada jasa yang menawarkan Rp 300 ribu untuk menjangkau 50 sampai 100 ribu pengguna. Sayangnya pengiklanan ini tidak menjangkau orang yang tidak memiliki Facebook atau mungkin sudah jarang membuka Facebook.

3. Hosting dan Domain Website

Sebuah strategi pemasaran yang cukup berkelas, Anda akan memiliki halaman website sendiri untuk brand sendiri bukan numpang. Sebenanrya biayanya relatif murah, namun jika Anda menggunakan jasa pembuatan website tentu bisa mahal. Brand Anda bisa terakses secara online dengan alamat sendiri, memiliki tempat untuk mengunggah foto, menuliskan deskripsi dan lain-lain.

Berpotensi juga masuk ke mesin pencarian Google. Sayangnya marketing ini hanya terbatas pada pengguna internet, dan bila belum terindex dengan baik pada Google otomatis yang mengakses hanya orang yang mengetahui alamat web atau yang mendapatkan link.

Marketing Offline

1. Papan Reklame

Jika penempatannya di pinggir jalan yang ramai, tentu efektif dan menjadi strategi marketing dan branding yang cukup ampuh. Apalagi jika didukung dengan ukuran reklame yang besar dan jelas. Maka dari itu ada banyak perusahaan besar yang suka memasan reklame besar dipinggir jalan.

Kekurangannya, Anda memerlukan biaya pembuatan reklame yang mahal dan sewa space yang juga mahal tergantung lokasi dan keramaian jalan. Selain itu papan reklame terbatas hanya diketahui oleh orang yang melintasi jalan tersebut.

2. Poster atau Brosur

Cara promosi dan pemasaran offline selanjutnya yang juga cukup populer adalah membuat poster dan brosur. Kelebihannya cukup banyak, bisa menjangkau orang yang tidak mengakses internet. Pengenalan produk dan brand dengan brosur lebih efektif karena orang akan membaca langsung, apalagi jika tertera gambar dan deskripsi lengkap bahkan harga.

Sayangnya poster atau brosur hanya menjangkau orang yang mendapatkanya, rentan hilang, maupun rusak (sobek). Selain itu biaya pembuatannya juga relatif mahal untuk penggunaan kertas yang berkualitas dan full color. Hindari pembuatan brosur yang kualitasnya jelek karena kurang enak dilihat.

3. Sponsor Event

Ketika ada kegiatan event baik konser maupun pertunjukan lainnya, biasanya ada perusahaan komersil yang menjadi sponsor atau mendukung pembiayaan. Semakin besar skala event-nya maka semakin mahal biaya yang dikeluarkan. Produk Anda bisa cepat dikenal khalayak ramai pada event.

Sayangnya dengan biaya besar promosinya sangat terbatas sehari atau dalam waktu event berlangsung saja. Dan apakah Anda yakin bahwa produk diperhatikan para pengunjung event?