Rahasia-Kesuksesan-LinkedIn

Anda seorang pebisnis? ataukah anda seorang professional dibidang anda? Sudahkah anda terhubung dengan lingkungan professional anda? Sudahkah anda tahu ada jaringan sosial yang khusus akan mengantarkan anda pada jaringan professional anda? Jika anda memang seorang pebisnis atau professional dan ingin terhubung dengan jaringan professional anda, maka anda harus tahu jaringan sosial yang bernama LinkedIn.

Jaringan sosial yang didirikan tahun 2003 ini kini telah telah menanjak sebagai salah satu sosial potensial dengan total pengguna yang telah mencapai 135 juta lebih. Lalu siapa dibalik LinkedIn sendiri? Dia adalah Reid Hoffman, seorang lulusan Universitas Stanford dan Oxford yang kini telah menjadi seorang triliuner yang kini memiliki kekayaan dibilangan US$1,8 miliar atau setara dengan Rp 15 triliun.

Mengenal Reid Hoffman

Reid Hoffman adalah seorang pembelajar yang sangat hadal. Sebelum ia meluncurkan bisnisnya LinkedIn, Hoffman sempat menimba ilmu dibeberapa perusahaan besar seperti Apple, Fujitsu software dan Paypal. Ditiga perusahaan inilah Hoffman bekerja dan sekaligus menimba ilmu tentang teknologi komputer, online dan internet. Ilmu yang yang diperoleh Hoffman dari tiga perusahaan itu adalah bagaimana merencanakan sebuah produk, membangun, lalu meraih konsumen.

Dari uang hasil bekerjanya ditiga perusahaan tersebut, Hoffman mendirikan perusahaannya sendiri bersama sejumlah temannya tahun 1997 yaitu socialnet.com. Meski tak berjalan gemilang, Hoffman tak putus asa. Pada tahun 2003 ia mendirikan LinkedIn. Disinilah suksesnya diperoleh. Awalnya Hoffman mengundang 350 kenalan untuk bergabung ke LinkedIn dan profil mereka dimuat di situs itu. Dari 350 kenalan itu, jumlahnya meningkat menjadi 4500 pengguna di pertengahan tahun 2003. Dan kini ditahun 2014 total penggunanya ada lebih dari 300 juta dari 200 negara. Tentu ini angka yang sangat signifikan untuk sebuah perusahaan online.

Baca juga:  Ini Cara Agar Profil LinkedIn Terlihat Profesional

Dan Inilah Rahasianya

Mengapa perkembangan LinkedIn begitu drastis? Dan inilah rahasia kesuksesan Linkedln. Kebanyakan orang tidak mau mencampurkan kehidupan pribadi dengan kehidupan karir mereka. Mungkin mereka akan senang mengunggah berbagai foto pribadi pada suatu acara pesta ke akun Facebook. Tapi mereka tidak sudi foto-foto itu dilihat perusahaan yang mungkin bisa merekrut drinya.

Ada yang mengatakan bahwa jejaring sosial ini adalah sebuah CV online, dimana pengguna yang telah terdaftar dapat mengisikan data-data resume pribadinya seputar pekerjaan mereka, pengalaman, hobi, kesibukan, minat, dan berbagai hal penting lainnya yang biasa diperlukan dalam pelamaran dan seleksi pekerja. Hingga pada akhirnya, LinkedIn bisa mempermudah penggunanya untuk mencari tempat kerja di perusahaan baru atau juga sebaliknya, memudahkan perusahaan menemukan professional yang dibutuhkan.

Selain tentang rekrutmen, LinkedIn juga menawarkan berbagai artikel yang berguna untuk para penggunanya. Artikelnya sendiri ditulis oleh para penulis ternama, seperti Richard Branson yang merupakan CEO Virgin Group dan miliarder asal Inggris. Dijaringan profesional ini Branson pernah menulis “Five Top Tips for Starting a Successful Business“. Selain Branson, ada juga Deepak Chopra, Jeff Weiner, dan nama-nama besar lainnya yang juga menulis berbagai hal tentang pekerjaan seperti tips megembangkan karir, bagaimana bekerja dengan efektif atau apa yang harus harus dipelajari dan dipersiapkan untuk sukses dalam karir saat masih berada di bangku kuliah, dan lain sebagainya.

Baca juga:  Mengenal Fitur-Fitur Jejaring Sosial Tumblr

Hal terakhir yang mengesankan dari LinkedIn yang membawa pada kesuksesannya saat ini adalah bahwa para pengguna LinkedIn bisa mengetahui profil perusahaan yang akan dilamar. LinkedIn akan memberikan gambaran lebih tentang profil perusahaan tersebut, bagaimana visi-misinya, metode rekrutmennya, penghargaan yang telah diraih, hingga penilaian para pengguna LinkedIn terhadap perusahaan tersebut.

Lalu Dari Mana Keuntungan Linkedin?

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah dari mana Linkedln mendapat segala keuntungannya? Banyak cara yang ditempuh oleh LinkedIn dalam memperoleh keuntungan. Pertama, dia memperolehnya dari penggunanya yang terdaftar. Kedua, dari penjualan iklan dan ketiga dari fee lowongan kerja. Berbeda dengan jejaring sosial lain macam Facebook dan Twitter yang bergantung pada iklan, porsi pendapatan LinkedIn yang signifikan – hingga dua pertiganya – berasal dari fee yang dikutip dari jasa pencarian kerja. Dengan cara inilah sumber keuangan LinkedIn menjadi rutin dan pasti.