Media-Sosial-Pemasaran-Online

Media sosial seolah-olah menjadi hembusan angin segar bagi para pebisnis online. Keefektifannya untuk melancarkan promosi sudah tidak perlu diragukan, terutama karena fitur-fiturnya yang benar-benar sangat memudahkan. Ya, Facebook memiliki fitur Beranda dimana Anda bisa memposting tulisan beserta gambar, kemudian Anda juga dapat membuat profil Fans Page. Atau pada Twitter yang memiliki Timeline dengan fitur Hastags.

Media sosia tersebut agaknya cukup sempurna untuk dimanfaatkan sebagai alat marketing online. Lebih lanjut lagi saat ini banyak pebisnis online yang sudah beralih ke media sosial lain semacam Instagram, Google Plus dan sebagainya. Lalu apakah dibenarkah penggunaan media sosial selain Facebook dan Twitter untuk pemasaran online? Tentu saja tidak masalah, justru yang menjadi masalah apakah Anda merasa media sosial tertentu cocok untuk aktivitas semacam ini?

Jika disadari ada beberapa media sosial populer yang ternyata tidak cocok digunakan untuk pemasaran online. Apa saja? Simak daftarnya di bawah ini:

1. MySpace

Beberapa tahun yang lalu MySpace menjadi media sosial yang sangat populer di Amerika Serikat sampai akhirnya dikalahkan oleh Facebook. Meskipun cukup populer kenyataannya MySpace bukanlah media sosial yang cocok untuk pemasaran bisnis atau produk. Akan cukup efektif bila yang dipromosikan atau yang dipasarkan adalah grup band maupun karya-karya lagu Anda.

Di sini Anda sudah tentu bisa menyimpulkan bahwa MySpace merupakan media sosial untuk penggiat musik, baik grup band maupun penyanyi. Meski tidak ada larangan , namun jika berjualan via MySpace sepertinya tidak cukup efektif karena umumnya orang-orang dalam MySpace akan mendiskusikan tentang musik atau hobi tertentu. Kesimpulannya, dalam MySpace orang-orang tidak akan tertarik mendiskusikan bisnis, produk dan sebagainya.

Baca juga:  Agar Reputasi Tetap Terjaga Baik di Sosial Media

2. Tumblr

Untuk sosial media kedua yang tidak begitu cocok untuk aktivitas marketing online adalah Tumblr. Meskipun memiliki fitur berupa panel control lengkap untuk mengirim berbagai jenis postingan seperti teks, video, audio, foto, link, quote maupun chat, kenyataannya banyak orang tidak tertarik untuk menjadikan Tumblr sebagai media sosial bisnis.

Kebanyakan orang memposting di Tumblr berupa curhatan, menulis catatan pribadi, membagikan foto-foto hasil karya mereka, menulis puisi, maupun membagikan file multimedia seperti video, audio dan sebagainya. Sama seperti pada MySpace, pengguna Tumblr kebanyakan tidak tertarik membicarakan tentang produk atau bisnis.

3. ReverbNation

ReverbNation.com merupakan situs web yang sudah tentu tidak cocok untuk strategi marketing online. Optimasi untuk mesin pencari tidak begitu efektif menggunakan ReverbNation. Tentu saja karena media sosial ini lebih berfokus pada industri musik independen. ReverbNation yang cukup populer saat ini menyediakan sebuah situs pusat untuk para musisi, produser, serta penggiat musik untuk berkolaborasi dan saling berkomunikasi.

4. Flickr

Flickr hanya cocok untuk mengupload foto produk Anda, namun kurang cocok untuk langsung dijadikan alat marketing online. Ya, saat mengupload foto produk Anda bisa memasangnya melalui kode HTML pada blog, forum maupun toko online Anda. Optimasi keyword untuk mesin pencari tidak begitu cocok pada Flickr sehingga sudah jelas layanan ini tidak bisa langsung digunakan untuk aktivitas pemasaran online.

Baca juga:  Ini Cara Agar Profil LinkedIn Terlihat Profesional

Lagipula pada fitur group atau diskusi Flickr kebanyakan hanya membahas dunia fotografi seperti berbagi teknik memotret dan sebagainya. Lebih cocok lagi Flickr dimanfaatkan untuk berbagi hasil karya para fotografer.

Baca: Cara Yang Salah Dalam Promosi di Media Sosial

5. Path

Mungkin Anda adalah salah satu pengguna Path yang telah memanfaatkannya untuk aktivitas marketing. Namun apakah Anda benar-benar merasakan efektivitas Path untuk pemasaran online? Tidak lain dan tidak bukan Path hanya cocok untuk aktivitas bersosial media biasa. Bahkan fitur-fiturnya tidak begitu cocok untuk bisnis, seperti fitur berbagi aktivitas yang Anda lakukan seperti sedang dimana Anda sekarang, apa buku yang sedang dibaca, film apa yang ditonton, maupun fitur editing foto.

Lagipula Path memiliki layanan untuk pembatasan pengguna lain untuk mengakses akun Anda menggunakan fitur pengaturan privasi. Jika sedemikian rumitnya bagaimana mungkin aktivitas pemasaran akan efektif? Bahkan yang lebih parah lagi, Path hanya membatasi pertemanan hingga 500 orang saja setelah sebelumnya hanya 150 orang. Apakah Anda hanya memasarkan produk kepada teman-teman dekat Anda?