Kesalahan-Dalam-Berbisnis-Kuliner

Bisnis kuliner memang menjadi salah satu bisnis yang favorit dan banyak dijalankan baik orang tua maupun wirausahawan muda. Sebenarnya bisa dikatakan bahwa bisnis ini adalah bisnis yang rumit karena ada banyak hal yang harus dipersiapkan. Sebagai contoh ketika Anda bisnis kuliner dengan membuka cafe, maka harus memiliki tempat strategis, peralatan memasak, alat makan yang jumlahnya tidak sedikit.

Selain itu dalam bisnis kuliner juga harus ada inovasi, kreativitas dan konsisten untuk menjaga produk. Itulah beberapa kunci untuk meraih keberhasilan bisnis makanan. Sayangnya masih ada saja beberapa wirausahawan muda yang tidak memperhatikan hal-hal sepele lain dan berpotensi menjadi kesalahan. Jangan heran bila ada sebuah bisnis kuliner yang bangkrut atau gagal hanya karena kesalahan sepele yang sebenarnya bisa dihindari.

Berikut beberapa kesalahan dalam bisnis kuliner yang harus Anda hindari:

1. Tidak memperhatikan lingkungan sekitar

Mungkin beberapa orang yang menjalani usaha makanan seperti warung, restauran, kaki lima atau café mengeluhkan sepinya pengunjung beberapa minggu ini. Ada diantara mereka yang menyalahkan adanya kompetitor. Padahal ia tidak memperhatikan adanya tumpukan sampah yang berada didekat tempat usahanya. Ini merupakan salah satu contoh kasus kesalahan dalam usaha kuliner.

Bagaimana pun tumpukan sampah atau hal yang mengganggu sangat terlarang berada didekat usaha kuliner. Entah itu sampah hasil limbah usaha Anda atau dari orang lain, segera bereskan atau Anda akan kehilangan pendapatan secara drastis. Intinya, perhatikan lingkungan sekitar apakah sudah memenuhi syarat kenyamanan?

2. Menurunkan mutu meski sedikit

Sebuah contoh kasus, seorang pedagang serabi yang sudah cukup sukses akhirnya harus kehilangan banyak pelanggan. Kesalahannya hanya sepele, yakni karena ia beralih menggunakan pemanis buatan (aditif makanan). Padahal sebelumnya ia menggunakan gula aren. Bukankah ini sama saja menurunkan kualitas dan mutu makanan?

Ini adalah kesalahan yang benar-benar sepele, dan pastikan Anda tidak pernah melakukan hal semacam ini. Buatlah menu hidangan menggunakan bahan yang semestinya, tidak dikurangi, tidak melebihi dan tidak diganti. Harap membedakan antara menjaga mutu dengan berinovasi, karena berinovasi berarti membuat sesuatu yang baru namun tetap memperhatikan kualitas dan mutu.

3. Layanan kurang maksimal

Sudah berkali-kali dibahas bahwa pelayanan harus prima kepada pelanggan. Mungkin Anda memiliki menu hidangan yang dianggap enak di kota Anda dan tempatnya juga nyaman. Namun bila pelayanan kurang maksimal tentu orang akan pikir-pikir untuk datang lagi makan di café Anda. Dapatkah pelanggan merasa puas ketika seorang waiter atau pelayan berbicara ‘judes’ atau kurang ramah?

4. Lama dalam penghidangan

Pernahkah Anda pergi ke sebuah restauran, kemudian memesan sesuatu dan ternyata Anda harus menunggu cukup lama. Tentu ini adalah hal yang cukup menjengkelkan karena pelanggan tidak mau tahu apa yang ada di area produksi. Yang diinginkan adalah segera makan karena lapar.

Tipsnya, Anda harus lebih cekatan dalam menghidangkan pesanan, dan apabila ada menu tertentu yang membutuhkan waktu lama penghidangan maka Anda harus memberitahu kepada pelanggan agar tidak salah paham. Gunakan tenaga karyawan lebih banyak bila perlu untuk pelayanan lebih cepat.

5. Sering libur

Bukan masalah Anda harus buka setiap hari, namun perhatikan ketika Anda sedang tutup atau libur. Pastinya libur dihari minggu bukanlah ide bagus karena pada hari tersebut adalah hari dimana banyak orang ingin bersantai dan juga menikmati kuliner diluar. Justru hari libur usaha Anda yang terbaik adalah bukan pada hari minggu atau hari libur lainnya. Terkecuali hari raya agama Anda atau jika memang ada kepentingan yang mendesak.

6. Terlalu pasrah pada pegawai

Untuk usaha yang sudah cukup maju dan memiliki pegawai, bukan berarti Anda bisa santai-santai dan tidak mau tahu yang terjadi dilapangan. Tentu saja Anda juga turut mengawasi dan memantau langsung tempat usaha Anda.  Lihat apa yang kurang, lihat apa yang salah dan segera bertindak untuk setiap masalah yang ada. Apalagi jika menyangkut dengan masalah keuangan serta manajemen.