Media sosial sangat berpengaruh besar terhadap perkembangan dan perubahan masyarakat Indonesia, perubahan yang terjadi pun beragam. Bisa membawa perubahan ke arah yang baik, bisa juga membawa perubahan ke yang lebih baik, bahkan perubahan ke yang sangat buruk sekali pun bisa dilakukan oleh media sosial. Perubahan-perubahan tersebut sering kali mengundang pro dan kontra di tanah air ini. Malahan terjadinya duel antara Cybercrime (kejahatan dunia maya) dengan cyberlaw (hukum di dunia maya).

 

Pada abad ini memang merupakan abad yang dikatakan sebagai era Informasi yang selalu dikaitkan dengan sebuah media. Kenapa tidak, sebuah informasi yang kini sangat perlu dan mudah didapatkan oleh berbagai penjuru dunia mengakibatkan ia menjadi suatu kebutuhan. Untuk memenuhi kebutuhan itu, Media sosial lah solusi yang banyak digunakan oleh masyarakat secara umum. Di Indonesia jika kita analisakan  bahwa penikmat media sosial itu sebelas dua belas dengan para penikmat rokok, baik dari kalangan anak-anak, remaja, dewasa bahkan orang tua. Hal ini menunjukkan bahwa pesatnya perkembangan dan pentingnya media sosial dalam menghadapi berbagai persoalan.

Layanan-layanan yang ada pada media sosial pun beragam dan selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun seperti Website yang lahir pada tahun 1995, antara tahun 1997-2012 lahir lagi berbagai jejaringan sosial seperti sixderee, Blogger, friendster, facebook, twitter, youtube, google, yahoo dan banyak lagi yang lain yang memberikan kepuasan bagi penggunanya. Hampir seluruh manusia abad ini membutuhkan yang namanya media sosial, bahkan media konvensional yang sangat popular dan terlebih dulu menjadi alat Informasi seperti koran, radio dan televisi juga sangat membutuhkan media sosial untuk menunjang ke eksistensiannya. Oleh karena itu banyaknya Media konvensional di Indonesia yang mengutip suatu kejadian dari media sosial, sebagai contoh video dokumenter yang ada di youtube atau berbagai foto yang menyebar di internet acap kali ditampilkan di layar kaca oleh media konvensional sebagai salah satu sumber. Atau beberapa penyiar radio yang meliputkan siaran berita seringkali mengutip dari beberapa website news yang ada di Inodesia.

Dikalangan entertainment seperti aktris, sutradara, penyanyi, musisi dan lain sebagainya juga menggunakan jejariangan sosial sebagai alat untuk mempromosikan sebuah film, album lagu dan jadwal manggung para musisi. Para fans juga tidak begitu sulit mengetahui aktifitas artis favoritnya dengan adanya media sosial ini. Tak ketinggalan dari kalangan pembisnis, media sosial sangat bermanfaat sekali, karena media sosial itu memiliki kelebihan yang tidak ada pada media lain. Seperti website, blogger dan youtube yang bisa dimanfaatkan seseorang untuk membuat iklan dan menampilkan video dan tulisan untuk menunjang bisnisnya atau menunjang kepopulerannya, sebut saja seorang internet marketer wanita yang terkenal Anne Ahira melalu pemanfaat media sosial ia memiliki banyak bisnis online dan menghasilkan jutaan dolar, selain itu kepopuleran Briptu Norman, Sinta dan jojo lewat video yang di unggahnya melaui youtube juga menuaikan hasil, karena untuk melakukan itu sangatlah mudah asalkan unik dan tidak harus mengeluarkan biaya yang sangat mahal seperti beriklan ditelevisi, koran maupun radio.

Dari kalangan terpelajar pun tidak bisa lepas dari yang namanya Media sosial seperti siswa, mahasiswa, dosen karena banyaknya bahan pelajaran, sumber-sumber buku, perpustakaan online dan artikel-artikel yang menjadi refrensi suatu kajian ilmiah. Bukan hanya itu, tapi juga sebagai ajang bertukar fikiran dan berbagi pengetahuan. Contohnya saja Mahasiswa dari Fakultas MIPA Universitas Lampung yang mengadakan lomba menulis esai online Nasional yang meliputi berbagai kalangan. Ini lah pemanfaatan media sosial yang sangat bagus. Contoh lain, seseorang siswa dan mahasiswa kini mengirim tugas melalui e-mail, seorang dosen juga memberi tugas makalah juga melalui e-mail.

Begitu juga dari kalangan politik yang memanfaatkan media sosial sebagai wadah untuk berkampanye dan memperkenalan visi dan misinya melalui iklan diberbagai jaringan sosial yang ada di media sosial.

Selain itu beberapa fitur sperti friendster, facebook dan twitter dan jejaringan sosial lainnya juga berperan sebagai pemberi wadah utuk membuat sebuah komunitas, perkumpulan atau juga untuk mengeluarkan unek-unek untuk mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah dan memprotes komunitas-komunitas tertentu, atau hanya sekedar untuk bertemu dengan teman yang telah lama tidak dijumpai, mencari kenalan dan pasangan, karena kebebasan dan percepatan yang ada di dunian maya jauh berbeda dengan dunia nyata. Bahkan di media sosial pun seseorang bisa mengubah karakter nyatanya dengan karakter sesuai keinginannya melalui pesatnya perkembangan game online. Hal ini lah jawaban dari mengapa media sosial itu membawa perubahan dalam masyarakat.

Namun dibalik kelebihan dari media sosial, tak sedikit perkara-perkara yang membuat pro dan kontra dari berbagai kalangan pengguna setia media sosial. Baik dari kalangan menengah kebawah maupun dari kalangan menengah keatas. Hal ini disebabkan karena banyaknya yang berprofesi sampingan atau pun yang berprofesi utama sebagai penjahat dunia maya atau yang dikenal dengan “Cybercrime” (kejahatan dunia maya). Karena dari jutaan pengguna internet jutaan pula ide dan gagasan yang ada dalam dunia maya, kepala boleh sama bulat tapi kerut kening pasti berbeda-beda.

Cybercrime ini tidak hanya dilakukan oleh orang yang berada di Indonesia tetapi juga bisa dilakukan oleh orang yang di luar negeri karena globalisasi perkembangan dunia maya, kejahatan yang menggunakan bahan dasar komputer dan internet ini dapat melakukan berbagai kejahatan seperti penipuan yang mengakibat kerugian seseorang, pelecehan seksual, judi online, pencemaran nama baik dan banyak lagi kejahatan yang dilakukan dari hari ke hari, seperti yang di alami baru-baru ini oleh paranormal Indonesia Ki Kusuma yang begitu kaget karena banyak yang mengaggapnya penipu, ternyata ada seseorang yang membuat website jasa penjualan tuyul, bisnis togel, perjudian dan pesugihan yang mengataskan namanya. Untuk mengantisipasi semua itu sebenarnya pemerintah Indonesia telah mengeluarkan hukum “Cyberlaw” (hukum di dunia Maya) yaitu UU ITE (Informasi dan Traksaksi Elektronik) dan disah kan oleh DPR pada tanggal 25 maret 2008. Meski tujuan dari Undang-Undang ITE itu memberi kekuatan hukum terhadap tranksaksi pada dunia Elektronik dan mangantisipasi terjadinya berbagai tindak pidana lainya. Kemunculan UU ITE tak sedikit bagi para pengguna aktif media sosial kontra dan menyatakan UU ITE itu hanya mempersempit seseorang untuk mengeluarkan inspirasi di Negara demokrasi, dan UU ITE itu pun dianggap tidak bermanfaat jika dilogikan dengan media sosial yang beresifat mendunia atau globalisasi.

Selain kejahatan penipuan serta pencemaran nama baik, pelecehan sexsual juga sering terjadi di media sosial. Seperti adanya seseorang laki-laki yang mengajak sorang perempuan ketemuan disuatu tempat dengan alasan bisnis, medeling atau lainnya, karena sudah mereka begitu akrab di jejaring sosial yang akhirnya membuat salah satu pihat dirugikan. Kekuatan media sosial itu bagaikan api, yang berfungsi menerangi dan membantu kehidupan sehar-hari. Akan tetapi api itu bisa menjadi lawan yang sangat menakutkan dan bisa merusak berbagai hal, tergantung ketangan siapa api itu diberikan dan dipakai. Media sosial pun begitu, ia akan menjadi sesuatu hal yang sangat berguna ketika digunakan dalam hal yang positif dan akan menjadi hal yang buruk yang akan merusak seseorang karena berada pada tangan orang yang salah.

Dari beberapa fenomena-fenoma sosial terhadap kekuatan media sosial dalam perubahan masyarakat yang telah digambarkan di atas, dapat di ambil kesimpulan atau intisari bahwa kekuatan media sosial dalam perubahan masyarakat bisa dilihat dari dua sisi yang berbeda, yaitu sisi positif dan sisi negative. Sisi positifnya adalah membantu individu atau kelompok dalam mengembangkan diri atau usaha yang membuat semua orang bisa mendirikan toko dan berjualan apapun, membuat seseorang bisa menjalajahi dunia hanya duduk manis didepan komputer, memberikan kemudahan mencari informasi yang akan di jadikan sebuah refrensi, berbagi atau bertukar fikiran yang tidak dibatasi oleh jarak, menyalurkan hobi dan menghilangkan kejenuhan, dan banyak lagi hal-hal yang bermanfaat untuk mengubah masyarakat ke yang lebih baik. Namun jika kita lihat dari segi negatifnya adalah bahwa media sosial  yang bisa mengubah anak-anak hingga seharian tidak mau beranjak didepan layar komputer, besarnya peluang melakukan tindak kejahatan seperti judi, penipuan, pelecehan dan lain sebagainya karena kebebasan yang ada di dunia maya.

Nah, dari itu. Di penghujung tulisan ini, kita semua berharap supaya masyarakat bisa menggunakan media sosial untuk melakukan hal-hal yang positf sehingga akan membuat kemajuan-kemajuan pada masyrakat itu sendiri. Meski banyak hal-hal yang  bersifat negatif namun bagaimana kita menyadarinya hal itu tidak akan menjadi baik, bahkan merugikan diri kita sendiri dan orang lain. Semua pihak seperti aparat Negara, orang tua, guru juga harus berperan aktif untuk menanggulangi kejadian-kejadian yang akan merugikan bangsa. Mulailah dari hal yang kecil dan diri sendiri.

Regard Contributor

 

JAKA SANDARA

 

Tulisan dari Jaka Sandara