Ciri-Komentar-Spam-Pada-Blog

Sebenarnya sudah banyak pembahasan mengenai permasalahan komentar spam, tentang kerugiannya dan tentang bagaimana cara mengatasinya. Namun kembali harus dipahami bahwa penting bagi para blogger pemula untuk mengetahui bagaimana ciri-ciri komentar spam atau sampah.

Mungkin dari sekian banyak blogger pemula cukup senang ketika blog-nya di komentari, padahal komentar itu belum tentu sebuah komentar yang baik. Salah satunya adalah komentar spam yang sudah jelas-jelas ‘ga nyambung’ atau dianggap mengganggu saja. Jadi apa untungnya jika artikel Anda mendapat komentar namun ternyata adalah komentar spam? Sudah jelas sama sekali tidak ada faedahnya.

Di sini yang akan dibahas adalah mengenali ciri-ciri komentar spam, bukan mengatasinya. Karena setiap orang punya cara sendiri dalam mengatasi masalah ini. Berikut ini ulasannya.

1. Nama Menggunakan Keyword

Seorang spammer sebenarnya adalah oknum yang cerdas, mengapa? Karena mereka kerap kali menggunakan keyword sebagai nama. Biasanya mereka enggan menggunakan profil akun resminya, namun lebih sering menggunakan Name/Url.

Ada beberapa alasan, mungkin karena malas untuk login mungkin mereka menggunakan cara tersebut guna mendapatkan backlink secara cepat. Jadi jangan heran bila Anda mendapati komentar dari pengguna dengan nama produk seperti obat-obatan, viagra, produk sepatu, parfum, dan lain sebagainya.

2. Komentar Melenceng dari Pembahasan

Ketika Anda menulis konten tentang bagaimana cara membuat tenda untuk camping, spammer justru memberikan komentar tentang cara mendapatkan uang mudah dari internet. Kasus semacam ini sering ditemui dan sudah sangat jelas-jelas melenceng jauh dari pembahasan utama. Tidak lain dan tidak bukan sang spammer tidak memperhatikan tulisan atau artikel yang Anda posting, melainkan hanya numpang promosi produk maupun jasa yang dimilikinya. Sungguh tindakan yang sangat melecehkan penulis.

Baca juga:  Trik Menulis Artikel User dan Google Friendly

3. Spammer Sering Menyematkan Link

Link tersebut akan mengarahkan ke sebuah halaman milik spammer , mungkin bisa mengarahkan ke halaman toko online miliknya, atau halaman yang tujuannya untuk kepentingan serta keuntungan pribadi. Sebenarnya jika spammer memberikan komentar yang relevan dengan topik namun menyematkan link, bukan menjadi masalah.

Yang menjadi masalah ketika mereka tidak mengomentari konten secara relevan namun menyematkan link aktif miliknya. Bukankah itu seperti memasang kertas ‘jasa sedot WC’ pada kaca rumah Anda tanpa permisi?

4. Komentar Selalu Sama di Setiap Blog

Namanya juga spammer, tentu mereka malas membaca dan akhirnya malas menulis komentar yang baik. Akhirnya yang dilakukan hanyalah mengcopy-paste komentar yang sama di semua blog. Kadang-kadang komentar mereka adalah memuji, namun sepertinya mengada-ada. Sebagai contoh adalah komentar “Nice site!”, “Nice blog”, “Keren”, dan sebagainya.

Meskipun itu adalah komentar untuk memuji? Sebenarnya bukan tanggapan yang baik karena spammer tidak benar-benar memahami konten. Tidak heran bila seburuk-buruknya sebuah artikel blog, tetap di komentari “Nice blog” oleh spammer.

5. Komentar juga Dapat Panjang

Selain penggunaan komentar pendek seperti diatas, terkadang spammer juga memberikan komentar panjang yang lagi-lagi hanyalah merupakan komentar hasil copas dan sama. Selain dengan teknik copy paste, spammer juga dapat menggunakan kalimat generik yang biasanya dilakukan oleh robot secara otomatis.

Baca juga:  Sebenarnya, Desain Blog Seperti Apa yang Nyaman Dilihat?

6. Ada yang Menggunakan Anonim

Pola komentar semacam ini meskipun isi komentarnya adalah positif, tetap saja dianggap merupakan praktek spamming. Bila ingin berkomentar sebaiknya Anda tetap menunjukkan identitas yang jelas atau minimal nama sapaan maupun inisial. Komentar dengan penggunaan nama anonim tentu saja tidak ada gunanya baik bagi pemilik blog atau bahkan bagi sang komentator sendiri.

7. Tanpa Avatar

Ada banyak alasan mengapa spammer enggan menggunakan avatar. Pertama karena malas mengupload, atau kedua bingung untuk menggunakan gambar apa. Tujuan mereka bukanlah eksis dalam dunia blogging, melainkan sekedar promo, menyebarkan link, mencari backlink, kemudian mendapatkan uang dari hasil kegiatan spaming tersebut.

8. Link Referral Affiliate

Penggunaan link referral affiliate sudah tidak bisa ditoleransi lagi, karena sudah jelas 100% adalah spam. Jadi pastikan segera Anda menghapusnya. Blog yang awalnya dijadikan sebagai media penyebaran informasi dan sebagai ajang media berdiskusi justru dirusak oleh spammer.