Ciri-Backlink-Yang-Tahan-Banting

Apa ya ciri-ciri backlink yang aman dari amukan algoritma google ? Disaat akan menanam backlink tak jarang bila pikiran seolah takut untuk menanam backlink. Kenapa bisa begitu ? Ya, karena pembaca belum mengetahui ciri-ciri backlink yang aman dari update-update algortima mesin pencari google.

Akhir-akhir ini hewan peliharanaan Google semakin gencar memperbahrui persenjataan mereka untuk membasmi para spammer dan blogger yang tidak beretika. Misalnya saja, update panda, pinguin, dan hummingbird. Kabarnya, kedepanna akan ada algoritma baru, yakni ALGO KOMODO, hehe, becanda.

Apa itu Algoritma Google?

Secara sederhana  algoritma google merupakan sistem yang mengatur jalannya search engine . Beragam tugas dari algoritma google tersebut, seperti menghilangkan web/blog dengan konten yang tidak bermutu dari search engine mereka, membasmi situs spam, dan membasmi situs yang variasi keywordnya kurang.

Apa saja algoritma Google tersebut?

Mari kita kenali sedikit tentang algoritma google yang berhubungan dengan SEO, diantaranya :

  1. Algoritma Pinguin

Algo pinguin bertugas membasmi situs yang jual beli link, backlink otomatis, dan backlink yang hanya mengarah pada homepage secara brutal.

  1. Algoritma Panda

Algoritma panda bertugas membasmi situs yang low quality content dan situs yang berisi konten copas.

  1. Algoritma Hummingbird

Algoritma hummingbird bertugas membasmi situ yang variasi pada website tersebut kurang.

  1. Algoritma EMD

Algo exact match domain bertugas mengawasi situs yang domainnya menggunakan keyword exact.

  1. Algoritma Pigeon

Algoritma pigeon bertugas untuk mengumpulkan hasil lebih ke pencarian lokal.

Ciri-ciri Backlink Tahan Banting Algo Google

  1. High Authority

Sejak google mengumumkan bahwa PR (PageRank) tidak akan mengalami update, authority merupakan patokan berikutnya untuk menanam backlink. Authority disini berarti PA (Page Authority) dan DA (Domain Authority).

Syarat agar backlink berkualitas, yakni PA dan Da sumber backlink tersebut > 30. Pembaca bisa mengecek PA dan DA tersebut dengan menggunakan ads-on SEO Moz.

  1. Relevan

Syarat selanjutnya agar backlink tersebut berkualitas adalah dengan memandang persamaan tema/topik bahasan antara situs yang akan ditanam backlink dengan situs sumber backlink, sebagai contoh sebuah situs dengan topik belajar bahasa inggris, jika ingin ditanam backlink maka situs sumber backlink tersebut haruslah juga tentang Belajar Bahasa Inggris.

  1. Contextual Backlink

Contextual backlink berarti backlink tersebut berada di konten, bukan di kolom komentar atau sidebar. Jadi, saat akan menanam backlink, tanamlah di bagian artikel.

Untuk kualitas sendiri, backlink yang contextual lebih baik daripada backlink di komentar atau di widget (sidebar).

  1. Low Outbond Link

Outbond link merupakan link yang keluar dari sebuah situs. Jadi, sebelum menanam backlink harap perhatikan jumlah link yang keluar dari situs tersebut. Umumnya outbond link ini lebih diperhatikan disaat akan menanam backlink dengan blog commenting.

Adakah cara mendapatkan situs dengan outbond link rendah ? Ada, yakni dengan membangun dummy blog.

Jika ingin menanam link di suatu situs, jika outbond linknya > 15, tinggalkan saja situs tersebut. Namun, jika > 15 silahkan cantumkan link anda.

  1. Umur Sumber Backlink

Umur sumber backlink sebaiknya juga kita cermati. Sebaiknya situs yang akan kita tanam link tersebut berumur > 1 bulan. Bagaimana cara melihat umur situs tersebut ? Untuk melihat umur situs, gunakanlah situs who.is .

  1. Dofollow dan Nofollow

Ciri selanjutnya adalah dofollow & nofollow. Dofollow merupakan link yang apabila anchor text tersebut kita klik maka akan keluar halaman baru. Sedangkan, nofollow link merupakan anchor text yang apabila kita klik tidak keluar halaman baru.

Kuantitas link dofollow & nofollow dari sebuah situs sebaiknya dofollow (65%) dan nofollow (35%). Nah, demikianlah pembahasan ciri-ciri backlink yang tahan banting dari update-update algoritma google. Semoga artikel singkat ini bermanfaat.