sering-dikeluhkan-seseorang-saat-belanja-online

Sistem transaksi online yang menawarkan kemudahan, keringkasan dan kecepatan semakin diminati masyarakat kita Indonesia. Dengan beberapa kali klik, transaksi singkat dengan segera barang akan dikirim untuk dalam kota dan mungkin untuk transaksi antar kota membutuhkan waktu beberapa hari. Internet memungkinkan Anda mendapatkan produk yang mungkin selama ini sulit Anda cari, selain itu Anda juga mendapatkan pilihan toko untuk mencari mana yang menjualnya dengan harga lebih murah.

Namun, dengan segala kemudahan dan kecepatan transaksi ternyata banyak banyak orang yang mengeluhkan saat berbelanja online. Keluhan bisa karena suatu kesalahan dari pihak seller maupun disebabkan oleh faktor lain. Tugas Anda sebagai seller adalah bagaimana untuk meminimalisir keluhan dari pelanggan, bahkan pastikan pelanggan Anda tidak akan mengeluh ketika berbelanja di toko Anda. Hal ini penting karena bisa berpengaruh pada reputasi dan kepercayaan orang lain terhadap lapak dagangan Anda.

Ketahuilah beberapa hal yang masih sering dikeluhkan seseorang saat berbelanja dan apa saja solusi untuk memperbaikinya:

1. Respon Kurang Cepat

Keluhan pertama yang mungkin sering dilontarkan dari para pebelanja online adalah soal respon dari seller yang masih kurang cepat maupun kurang resposif. Bagaimana tidak sebal ketika menghubungi seller pukul 09.00 tetapi baru dibalas pukul 10.00. Jangka waktu satu jam dalam hal transaksi atau bisnis tentu saja adalah jangka waktu yang terlampau lama.

Idealnya, balasan dari seller paling lambat adalah 15 menit. Dengan lamanya respon dari seller bisa mengakibatkan calon pembeli beralih ke seller lainnya. Respon lama bisa dikira dagangan seller mungkin habis atau sudah tidak niat berjualan. Jadi sebagai seller pastikan Anda selalu stand by ponsel agar bisa respon lebih cepat dengan konsumen.

2. Produk Tidak Sesuai Sengan Yang Dipesan

Patut disesalkan jika ada seller yang dengan sengaja memberikan produk yang tidak sesuai dengan yang dipesan. Tentu saja yang didapat adalah keluhan dari pelanggan dan akhirnya reputasi toko online Anda menurun. Namun jika Anda tidak sengaja memberikan produk berbeda, pastikan Anda menyampaikan permintaan maaf, atau memberikan cash back. Atau yang lebih bijaksana adalah dengan menukarkan produk lagi dengan yang sesuai dipesan.

3. Produk Rusak Saat Diterima

Keluhan yang cukup fatal dan membuat reputasi toko online Anda menurun drastis. Mungkin Anda sering mendengar bagaimana pembeli menerima ponsel atau kamera rusak ketika diterima yang dibeli secara online. Masalah ini tentu sepenuhnya adalah kesalahan dari seller yang mungkin tidak aman dalam melakukan packing. Solusinya adalah dengan melakukan packing lebih rapih, aman, berlapis-lapis, bahkan penggunaan sterofom direkomendaiskan.

Malah untuk barang elektronik wajib menggunakan kayu berlapis dan penahan guncangan. Meski demikian terkadang kerusakan barang saat diterima bisa saja karena kesalahan kurir yang ‘ngawur’ dalam distribusi. Barang asal dilempar atau dengan sengaja mungkin dirusak. Jika Anda merasa sudah packing aman namun produk rusak saat diterima, mungkin Anda bisa melakukan komplain dan berhenti menggunakan jasa kurir tersebut.

4. Produk Terlalu Lama Diterima

Pelanggan kesal karena barang yang di nanti-nantikan tak kunjung datang, mungkin seperti menanti kekasih yang sudah menerima cinta orang lain. Kesalahan ini tentu bukan dari pihak seller, melainkan dari pihak jasa pengiriman barang. Dalam iklan mungkin menjamin 2 sampai 3 hari barang bisa diterima, namun ternyata sampai 5 hari bahkan 1 minggu baru diterima.

Anda harus mencari solusi, minimal mencari jasa pengiriman barang yang berani menjamin cepatnya barang sampai terkecuali ada permasalahan seperti bencana alam, perang maupun kecelakaan.  Jika ada beberapa kali mendapat keluhan karena barang lama datang dengan jasa pengiriman A, maka Anda sudah saatnya Anda berganti untuk mencoba menggunakan jasa pengiriman B.

5. Spesifikasi dan Deskripsi Tidak Lengkap

Inilah pentingnya Anda sebagai seller harus menuliskan deskripsi lengkap tentang produk Anda, bagaimana cara pemakaian dan spesifikasi lainnya. Pasalnya dengan tidak lengkapnya keterangan membuat pembeli yang awam dengan sebuah produk bisa melakukan kesalahan pembelian. Sebagai contoh seorang memiliki DSLR Nikon D3200, dan ingin membeli lensa Prime 50mm.

Sayangnya dia membeli 50mm tipe AF-D, padahal yang dapat digunakan di Nikon D3200 adalah lensa AF-S. Kesalahan sepele namun fatal, dan bisa dianggap penjualnya menipu padahal itu adalah kesalahan pembeli yang tidak mengetahui penggunaan produk. Setidaknya dengan memberi keterangan Anda bisa membantu pembeli menghindari kesalahan.