Dunia-Wirausaha

Dunia wirausaha adalah dunia dimana Anda harus memikirkan segala-galanya untuk dapat berjalan. Anda harus memiliki modal, memiliki produk atau jasa untuk dijual, Anda harus memikirkan bagaimana agar produk dan jasa tersebut laku, mengelola usaha termasuk tempat, karyawan sampai hal yang terkecil sekalipun. Dan yang terpenting adalah Anda sebagai wirausaha harus bertanggung jawab atas produk serta jasa yang dijual. Berat bukan?

Sebenarnya tidak juga karena jika Anda melakukan dengan tekun dan tepat guna kesuksesan siap menanti Anda. Nah, bagi Anda yang memang berniat untuk berwirausaha berikut ini kami akan sedikit mengulas tentang fakta mencengangkan tentang dunia wirausaha. Mungkin bisa memotivasi, menjadi referensi, pertimbangan atau bahkan bisa menjatuhkan mental Anda

1. Tidak mengenal pendidikan

Dunia wirausaha dikenal tidak mengenal pendidikan apalagi ditentukan oleh ijazah. Ada banyak pengusaha sukses yang hanya megenyam pendidikan sekolah dasar bahkan tidak sekolah sama sekali. Ketekunan, memiliki produk/jasa yang berguna, layanan prima, strategi promosi yang maksimal adalah beberapa hal yang sebenarnya menentuan kesuksesan wirausahawan. Jadi bagi Anda yang tidak memiliki ijazah tinggi, tidak perlu cemas atau minder untuk berwirausaha.

2. Rugi dalam jangka waktu lama

Jangan salah, ada banyak wirausahawan yang harus merugi dalam jangka waktu yang lama. Atau minimal tidak mendapatkan untung ketika usahanya baru berjalan. Bukan dalam jangka waktu hitungan bulan, bahkan sampai ada yang bertahun-tahun rela belum mendapatkan hasil. Sebagai contoh Anda membuka sebuah apotek dengan modal sewa kios 10 juta per tahun, modal produk hingga 20 juta, dan memiliki karyawan 2 orang.

Baca juga:  Efektifkah Menggunakan SPG Untuk Meningkatkan Penjualan?

Sedangkan dalam jangka waktu satu tahun, perbulannya Anda hanya mendapatkan omzet hanya 3 juta.Bagaimana mungkin bisa menututup biaya operasional seperti sewa kios dan gaji karyawan. Pada akhirnya seorang wirausahawan harus bersabar bahkan harus menututp biaya tersebut dengan uang pribadi sembari meningkatkan layanan serta menunggu hingga omzetnya besar. Hal ini yang banyak membuat wirausahawan mundur dan kalah.

3. Berkorban banyak untuk pemasaran

Ada banyak biaya yang mungkin harus Anda gelontorkan untuk pemasaran (marketing). Untuk bisnis dalam skala besar dengan pemasaran lewat media televisi sebuah perusahaan harus mengeluarkan biaya sampai jutaan per beberapa detik. Untuk skala kecil saja, biaya pemasaran bisa dari pembuatan brosur, promosi radio, banner, sewa space baliho, media sosial, pembuatan website, dan lain-lain. Jadi jangan pelit sebagai wirausaha untuk menggelontorkan biaya untuk masalah ini.

4. Kegagalan bukan hal aneh

Bukan hal aneh? Memang benar, dalam dunia wirausaha kegagalan adalah lumrah adanya. Bahkan ada istilah yang mengatakan, seseorang tidak akan sukses beriwirausaha sebelum pernah mengalami kegagalan. Tetapi sebenarnya kami berharap Anda bisa langsung sukses.

Hanya saja kami menghimbau agar Anda tidak kaget jika mengalami kegagalan bisnis. Tidak perlu terlalu stres apalagi sampai bunuh diri jika mengalami kegagalan, tetapi Anda harus bisa belajar dari pengalaman tersebut dan mengetahui mengapa gagal.

5. Melahirkan pengusaha baru

Setelah Anda sukses beriwirausaha, ada kemungkinan Anda akan melahirkan pengusaha baru. Bisa berasal dari mantan karyawan Anda dahulu atau mungkin dari orang-orang terdekat yang melihat betapa mudahnya meraup laba dari bisnis seperti yang Anda lakukan.

Baca juga:  Tips Membuka Café Bagi Yang Bermodal Minim

Tidak jarang akhirnya Anda harus bersaing dengan pengusaha baru tersebut yang notabenya mantan bawahan Anda. Bisa menjadi berkah bagi seseorang sekaligus bisa menjadi pukulan. Yang penting Anda tetap mengutamakan kualitas, layanan dan harga yang wajar bila tidak ingin pelanggan Anda lari kepada orang lain.

6. Pola hidup bisa berubah

Tadinya Anda boros dan sering bepergian yang tidak ada gunanya, bisa berubah drastis jika sudah beriwirausaha. Ya, Anda harus memikirkan segala biaya operasional hingga harus berpikir untuk mengeluarkan uang yang sebenarnya tidak perlu, atau bepergian yang bisa mengganggu aktivitas pekerjaan.

7. Terus berpikir

Terus berpikir untuk memaksimalkan pelayanan, meningkatkan kualitas produk, dan juga untuk berpikir mengelola keungan sebaik-baiknya. Juga harus tetap berpikir rumah tangga dan kehidupan pribadinya. Yang pasti wirausahawan harus memiliki otak yang ‘encer’. Apakah Anda siap untuk menghadapi tekanan semacam ini? Berbeda dengan karyawan, mereka tidak memiliki banyak hal yang harus dipikirkan.